Minggu, 17 Januari 2010

Bagaimana Cara Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah sujud sebanyak 2 kali yang dilakukan sesudah membaca Tasyahud akhir dan Sholawat, tepatnya sebelum mengucapkan salam. Kata-kata sujud sahwi artinya "Sujud Lupa". Tetapi Sujud sahwi dilakukan bukan saja disebabkan lupa, juga disebabkan meninggalkan SUNNAH AB'ADH (Sunnah yang sangat ditekankan dalam sholat, seperti Tasyahud Awal dan Qunut dalam sholat Subuh) saja dengan sengaja pun tetap disunnahkan melakukan Sujud sahwi.

            Di antara sebab-sebab disunnahkannya Sujud sahwi, sebagaimana dikatakan Syaikh Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad, adalah,
"Sebab-sebab Sujud sahwi yang disunnahkan untuk dilakukan tepat sebelum salam adalah karena melalaikan sesuatu yang bila dilakukan secara sengaja dapat membatalkan shalat. Juga karena meninggalkan sunnah ab'adh dengan sengaja atau karena lupa. Dan tidak disunnahkan melakukan Sujud sahwi karena meninggalkan Sunnah HAI'AT (seperti mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, misalnya)."

            Hadits yang berkenaan dengan Sujud sahwi di antaranya yang diriwayatkan  Abu Sa'id Al-Khudri, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian ragu di dalam sholatnya sehingga ia tak tahu lagi apakah ia sudah melakukan shalat sebanyak tiga rakaat atau empat rakaat, hendaklah dibuangnya keraguan itu dan yang ia yakini, kemudian hendaknya ia sujud sebanyak dua kali sebelum melakukan salam. Sekiranya ia telah melakukan shalat 5 Rakaat, berarti shalatnya telah digenapkan dengan Sujud sahwinya itu. Dan sekiranya ia shalat tepat empat rakaat, dua sujud itu menghinakan bagi Setan." (HR. Ahmad dan Muslim).

            Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya setan itu masuk di antara anak Adam dan Nafsunya, sehingga ia tidak tahu sudah berapa rakaat ia melakukan shalat. Maka bila seorang di antara kalian mengalami hal demikian, hendaklah ia sujud dua kali sebelum memberi salam." (HR. Abu Ahmad dan Ibnu Majah).

            Adapun bacaan Sujud sahwi ialah:

سُبْحَانَ مَنْ لَايَنَامُ وَلَا يَسْهُو
SUBHAANA MAN LAA YANAAMU WA LAA YAS-HU, (Maha Suci Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa). 
SocialTwist Tell-a-Friend
PRINTHALAMANINI PRINT HALAMAN INI

29 komentar:

  1. terima kasih ya atas info di atas

    BalasHapus
  2. #terimakasih atas panduan.. ;-)

    BalasHapus
  3. misalkan saya sudah selesai shalat., lalu saya baru ingat kalau jumlah rakaat saya tadi kurang apakah boleh melakukan sujud sahwi??
    terimakasih..,

    BalasHapus
  4. tidak bisa, karena sujud sahwi hanyalah bisa dilakukan di dalam sholat :)

    anda harus mengulang lagi sholat anda :)

    BalasHapus
  5. Mohon maaf, tapi bacaan SUBHAANA MAN LAA YANAAMU WA LAA YAS-HU itu sama sekali tidak berdasar.
    Bacaan sujud sahwi adalah sama seperti bacaan di dalam sujud solat seperti biasa.
    Mohon dikoreksi.

    BalasHapus
  6. سُبْحَانَ مَنْ لَايَنَامُ وَلَا يَسْهُو

    Apakah antum sudah membacanya di kitab-kitab?
    karena Ana pernah membacanya di Kitab Riyadhus Sholihin, Wallahu A'lam.


    İnsyaa Allah nanti ana liat lagi...

    BalasHapus
  7. Rasulullah SAW saat menjadi imam pernah lupa gerakan shalat tertentu, bahkan salah menetapkan jumlah bilangan rakaat, sehingga beliau melakukan sujud sahwi.
    Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah shalat 5 rakaat tanpa sadar. Kemudian selesai shalat ketika diingatkan, beliau pun mengaku bahwa telah lupa jumlah rakaat, sehingga beliau melakukan sujud sahwi.
    عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَال : صَلَّى بِنَا رَسُول اللَّهِ  خَمْسًا فَقُلْنَا : يَا رَسُول اللَّهِ أَزِيدَ فِي الصَّلاَةِ ؟ قَال : وَمَا ذَاكَ ؟ قَالُوا : صَلَّيْتَ خَمْسًا ! " إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَذْكُرُ كَمَا تَذْكُرُونَ وَأَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ
    Abdullah bin Mas`ud radhiyallahuanhu berkata,"Rasullullah SAW mengimami kami 5 rakaat. Kami pun bertanya,"Apakah memang shalat ini ditambahi rakaatnya?". Beliau SAW balik bertanya,"Memang ada apa?". Para shahabat menjawab,"Anda telah shalat 5 rakaat!". Beliau SAW pun menja-wab,"Sesungguhnya Aku ini manusia seperti kalian juga, kadang ingat kadang lupa sebagaimana kalian". Lalu beliau SAW sujud dua kali karena lupa. (HR. Muslim)

    BalasHapus
  8. Masyaa Allah :)
    İnsyaa Allah nanti ana cari di Shohih Muslim.

    BalasHapus
  9. ingin bertanya..adakah bacaan tasyahud akhir sebelum sujud sahwi itu duduknya juga seperti duduk tasyahud akhir..?atau bacaan tasyahud akhir itu duduknya hanya seperti duduk tasyahud awal..?mohon dijelaskan..

    BalasHapus
  10. Di Kitab Fiqih İmam Syafi’i
    Yang bernama Al-Umm
    , bahwa apabila kita ingat bahwa kita akan melakukan sujud sahwi, maka duduknya itu adalah duduk iftirosy (duduk seperti pada tasyahhud awal), karena dengan demikian, lebih mudah untuk melakukan sujud sahwi,
    Tata cara sujud sahwi :

    1) Selesaikan dulu bacaan Tasyahhud Akhir,

    2) Tanpa mengucap salam pertama, langsung sujud Sahwi sebanyak 2x dan disetiap sujudnya membaca do’a ini :

    سُبْحَانَ مَنْ لَايَنَامُ وَلَا يَسْهُو

    3) Setelah sujud Sahwi, kemudian duduk tasyahhud akhir (tanpa membaca bacaan tasyahhud akhir) langsung mengucap salam.

    BalasHapus
  11. apakah bacaan ketika duduk antara 2 sujud ketika melalukan sujud sahwi

    BalasHapus
  12. bacaannya sama saja...

    رب اغفرلى و ارحمنى و اجبرنى و ارفعنى و ارزقنى و اهدنى و عافنى و اعف عنى

    Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'fu 'annii...

    BalasHapus
  13. terima kasih.. penerangan yg jelas :)

    BalasHapus
  14. terimakasih banyak atas infonya sngat membantu saya sekali karena saya suka lupa dengan rakaat solat kunjungan balik www.naufalthedarkness.blogspot.com

    BalasHapus
  15. terima kasih atas tunjuk ajar...

    BalasHapus
  16. Ini berkenaan dengan sudah memberi salam tapi dia terlupa kurang rakaat tadi. Saya pernah dengar yang selagi beliau belum bercakap2 atau membuat apa2 perkara yang menbatalkan solat maka boleh sahaja bangun dan meneruskan rakaat yang tertinggal tadi. Disekalikan dengan sujud sahwi iu saya tak pasti. Boleh jelaskan?

    BalasHapus
  17. jika sudah salam tidak boleh lagi sujud sahwi, ia harus mengulang kembali sholatnya :)

    Sujud sahwi itu dilakukan sebelum salam...

    jadi tidak bisa setelah salam :)

    WAllahu A'lam...

    BalasHapus
  18. Bagi saudara yg berpaham tdk boleh sujuf sahwi setelah salam, diletakkan dimana hadits Nabi saw yg diriwayatkan Bukhari & muslim. dan mau dikemanakan fatwa para ulama tentang yg membolehkan setelah salam.

    Hadits Abu Hurairah, ia berkata,

    صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى صَلَاتَيْ الْعَشِيِّ إِمَّا الظُّهْرَ وَإِمَّا الْعَصْرَ فَسَلَّمَ فِي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ أَتَى جِذْعًا فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَاسْتَنَدَ إِلَيْهَا مُغْضَبًا وَفِي الْقَوْمِ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرَ فَهَابَا أَنْ يَتَكَلَّمَا وَخَرَجَ سَرَعَانُ النَّاسِ قُصِرَتْ الصَّلَاةُ فَقَامَ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقُصِرَتْ الصَّلَاةُ أَمْ نَسِيتَ فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمِينًا وَشِمَالًا فَقَالَ مَا يَقُولُ ذُو الْيَدَيْنِ قَالُوا صَدَقَ لَمْ تُصَلِّ إِلَّا رَكْعَتَيْنِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami shalat pada salah satu dari dua shalat petang, mungkin shalat Zhuhur atau Ashar. Namun pada raka’at kedua, beliau sudah mengucapkan salam. Kemudian beliau pergi ke sebatang pohon kurma di arah kiblat masjid, lalu beliau bersandar ke pohon tersebut dalam keadaan marah. Di antara jamaah terdapat Abu Bakar dan Umar, namun keduanya takut berbicara. Orang-orang yang suka cepat-cepat telah keluar sambil berujar, “Shalat telah diqoshor (dipendekkan).” Sekonyong-konyong Dzul Yadain berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, apakah shalat dipendekkan ataukah anda lupa?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menengok ke kanan dan ke kiri, lalu bersabda, “Betulkan apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain tadi?” Jawab mereka, “Betul, wahai Rasulullah. Engkau shalat hanya dua rakaat.” Lalu beliau shalat dua rakaat lagi, lalu memberi salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

    BalasHapus
  19. Benar sekali yang dikatakan oleh HAMBA ALLAH...
    akan tetapi kita adalah muqallid (orang yang bertaqlid kepada Imam Madzhab)

    Dan mayoritas Penduduk Indonesia bermadzhab Syafi'i

    Imam Syafi'i tidak mengambil hadits di atas sebagai dalil, tetapi Beliau mengambil hadits shohih lainnya.

    mengenai tempat sujud sahwi, pera imam Madzhab berikhtilaf (Berbeda pendapat):

    Menurut Imam Hanafi : SETELAH SALAM

    Menurut Imam Maliki : JIKA RAKAATNYA KURANG, MAKA DILAKUKAN SEBELUM SALAM, TETAPI JIKA RAKAATNYA LEBIH, MAKA DILAKUKAN SETELAH SALAM, APABILA LEBIH DAN KURANG (LUPANYA BERSAMAAN), MAKA SUJUD SAHWI DILAKUKAN SEBELUM SALAM.

    Menurut Imam SYAFI'I : PADA PENDAPAT YANG MASYHUR, BAIK KURANG ATAU LEBIH RAKAATNYA, SUJUD SAHWINYA DILAKUKAN SEBELUM SALAM.

    Menurut Imam Ahmad Ibnu Hambal (IMAM HAMBALI) : pada pendapatnya yang masyhur, sujud sahwi dilakukan SEBELUM SALAM, kecuali apabila ia telah salam karena lupa bahwa raka'atnya kurang atau ia ragu pada bilangan raka'atnya dan ia berkeyakinan kemudian memutuskan untuk mengambil rakaat yang terbanyak, maka Sujud Sahwinya dilakukan SETELAH SALAM.


    Sumber : KITAB FIQIH 4 MADZHAB YANG BERJUDUL "ROHMATUL UMMAH FI IKHTILAFIL A-IMMAH", BAB SUJUD SAHWI.


    Hadits Rasulullah banyak sekali, dan dalil yang Imam Madzhab kita ambilah itu yang harus kita ikuti.

    WAllahu A'lam


    BalasHapus

Silahkan curahkan komentar anda yang sopan dan membangun :)
dan silahkan ajak juga keluarga, kerabat atau teman-teman kita untuk berkunjung membaca & mendownload 'Ilmu-'Ilmu yang ada di www.pecintaislam.com ini