Senin, 08 November 2010

Tata Cara Sholat 'Idul Fitri dan 'Idul Adha

Shalat 'Id (Fitri dan Adha). Waktunya mulai dari terbit hingga tergelincirnya matahari (sebelum zuhur).

Hukum Sholat 'Id adalah Sunnah Muakkadah, Sholat 'Id adalah 2 rakaat, terdiri dari :

Pada Rakaat pertama, takbir sebanyak 7 kali (tidak termasuk Takbiratul Ihram),


Pada Rakaat kedua, takbir sebanyak 5 kali (tidak termasuk takbir ketika bangun dari sujud), 

Takbir yang 7 kali dan
yang 5 kali itu dilakukan sebelum membaca Ta'awwudz pada surah Al-Faatihah, takbir-takbir ini dilakukan sambil mengangkat kedua tangan pada setiap kali takbir, pada setiap takbir, membaca SUBHAANALLAAH WAL HAMDULILLAAH WA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR.


Apabila ma'mum tertinggal takbir (7 takbir) pada rakaat pertama, maka ia tidak usah mengqhodo takbir pada rakaat kedua.


Setelah sholat 'Id, khotib berkhutbah sebanyak 2 kali khutbah, di antara 2 khutbah, imam duduk sebentar, sebagaimana khutbah pada sholat Jum'at.

Pada Khutbah pertama, khotib membaca takbir sebanyak 9 kali, dan pada khutbah kedua, khotib membaca takbir sebanyak 7 kali, 


Dan disunnahkan membaca takbir (takbiran) dengan suara keras (bagi laki-laki) pada malam 'Idul Fitri sejak terbenamnya matahari, hingga imam membaca takbiratul ihram pada sholat 'Idul Fitri.


Pada 'Idul Adha, Sunnah membaca takbir (takbiran) sesudah sholat Fardu atau sholat sunnah lainnya, sekalipun setelah sholat jenazah, takbiran 'Idul Adha ini dimulai sejak subuh hari 'Arofah (9 Dzulhijjah) hingga Ashar Hari Tasyriq (13 Dzulhijjah), dan bertakbir (takbiran) pada tanggal 10 Dzulhijjah ketika melihat penyembelihan binatang Qurban mulai dilakukan atau mendengar suara hewan qurban tersebut disembelih.

Sebagaimana Firman Allah:
''Supaya mereka menyebut Nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.''

(Al-Qur'an Surah Al-Hajj : 28).


Sumber : Kitab Fiqih Mahdzab Syafi'i yang bernama Fathul Qorib dan Fathul Mu'in
SocialTwist Tell-a-Friend
PRINTHALAMANINI PRINT HALAMAN INI

2 komentar:

  1. Syukron posting tentang ini. Sangat bermanfaat. Insyaallah.

    BalasHapus
  2. 'Afwan...
    İnysaa Allah bermanfa'at...

    penulisan İnsyaa Allah bukanlah begitu :)
    tapi begini "İnsyaa Allah"
    huruf "A" pada Lafazh Allah harus memakai huruf besar :)

    BalasHapus

Silahkan curahkan komentar anda yang sopan dan membangun :)
dan silahkan ajak juga keluarga, kerabat atau teman-teman kita untuk berkunjung membaca & mendownload 'Ilmu-'Ilmu yang ada di www.pecintaislam.com ini